Bagaimana Jika Konsumen Gagal Membayar Cicilan Ke Developer – asriman.com

Bagaimana Jika Konsumen Gagal Membayar Cicilan Ke Developer – asriman.com


jika gagal membayar cicilan rumah

Kondisi yang paling ditakutkan oleh developer yang mengelola sendiri cicilan konsumen adalah konsumen tidak sanggup mencicil sesuai perjanjian.

Hal ini akan berakibat kepada terganggunya cashflow developer. Karena perkiraan uang masuk tidak bisa direalisasikan. Sementara uang keluar sudah pasti tiap bulan.

Sekurangnya untuk biaya overhead yang tidak bisa di-stop.

Nah, untuk memahami kondisi yang mungkin akan terjadi dan mencari solusi yang win-win terhadap semua pihak, mari kita lihat contoh dan simulasi penyelesaiannya.

Misalnya harga rumah 300 juta, dan besarnya kewajiban cicilan yang disepakati adalah 5 juta perbulan selama 5 tahun.

Baca juga: Lihat di sini materi dan jadwal workshop developer properti bagi pemula

Dengan skema ini biasanya developer tidak menerapkan bunga. Jadi harga kesepakatan sudah diperhitngkan kenaikan harga rumah pada saat cicilan lunas.

cicilan rumah tanpa bunga

Dalam prakteknya untuk memberikan keadilan kepada para konsumen dan juga menjaga kelayakan proyek, ada perbedaan harga antara konsumen membayar tunai dengan membayar secara mencicil kepada developer.

Konsumen yang membayar dengan mencicilpun dibedakan juga berdasarkan jangka waktu cicilan.

Misalnya jika konsumen membayar tunai maka harganya 200 juta. Jika membayar dengan cicilan selama 2 tahun maka harganya 230 juta.

Sementara jika mencicil selama 5 tahun maka harganya menjadi 300 juta. Demikian seterusnya jika cicilan lebih lama maka harga rumah lebih tinggi.

Nah, kita kembali ke kasus di atas, harga rumah 300 juta dan dicicil selama 5 tahun.

Saat ini sudah diangsur selama 3 tahun. Dimana jumlah cicilan yang sudah dibayarkan kepada developer adalah 36 bulan dikali 5 juta. Atau sebesar 180 juta.

Dengan demikian masih ada sisa cicilan selama 2 tahun. Artinya konsumen masih memiliki hutang kepada developer sebesar 2 tahun cicilan. Setara dengan 24 x 5 juta.  Atau sebesar 120 juta.

Saat ini karena sesuatu hal, konsumen tidak sanggup lagi mencicil.

Bagaimana solusi yang adil bagi developer dan konsumen?

konsumen wanprestasi

Bagi developer keadilannya adalah ia harus menerima sebesar kesepakatan awal yaitu 300 juta.

Sementara hal ini sudah tidak mungkin dipenuhi oleh konsumen terkait kondisi keuangan.

Ini yang harus diperhatikan terlebih dahulu, developer tidak boleh dirugikan karena ia telah berniat baik menyediakan rumah untuk konsumen.

Bagi konsumen keadilannya adalah dia tidak ada niat untuk tidak membayar tetapi karena kondisi tertentu; mungkin karena musibah, pasangan meninggal, usaha bangkrut, perusahaan tempat bekerja bangkrut atau apapun kondisi yang menyebabkan ia tidak bisa melanjutkan cicilan.

Menjadi sangat kejam jika kita menghakimi orang yang sedang tertimpa musibah.

Setelah memperhatikan kondisi dan mempertimbangkan segala aspek, maka solusi yang paling bagus adalah uang yang sudah dibayarkan oleh konsumen dikembalikan seluruhnya. Itulah keadilan baginya.

Sekarang pertanyaannya adalah siapa yang akan mengembalikan uangnya sementara rumahnya masih milik atau dalam penguasaan konsumen tersebut?

Jika bersedia, developer bisa saja mengembalikan uang konsumen dan mengambil alih rumah tersebut.

Tetapi bagaimana jika developer tidak sanggup mengembalikan uangnya?

Rumah tersebut dijual kembali

solusinya dengan menjual kembali rumah

Atas kondisi ini solusi yang adil adalah mereka bersama-sama menjual rumah tersebut, dengan harga yang bisa mengembalikan uang konsumen dan juga developer memperoleh haknya.

Artinya sekurangnya rumah tersebut harus terjual minimal sama dengan harga kesepakatan antara konsumen dan developer dulu. Dalam kasus ini harga kesepakatan adalah 300 juta.

Jika terjual 300 juta, maka 180 juta dikembalikan kepada konsumen dan 120 juta diberikan kepada developer.

Jika ada kelebihan harga rumah

Lazimnya harga rumah selalu ada kenaikan tiap tahun. Untuk kasus ini rumah dijual setelah 3 tahun, artinya ada kenaikan harga rumah dibanding harga saat konsumen membeli.

Taroklah kenaikan harganya 10% pertahun, maka harga rumah saat ini sudah naik lebih kurang 30%.

Jika terjual sesuai kondisi normal dengan memperhitungkan kenaikan harga maka harga jualnya adalah 390 juta. Dengan demikian ada kelebihan harga rumah sebesar 90 juta.

Nah, terhadap kelebihan harga rumah ini bisa disepakati bahwa uang ini dibagi dua antara developer dan konsumen.

Dengan demikian developer mendapatkan haknya atas penjualan rumah dan konsumen mendapatkan haknya atas pengembalian uangnya yang sudah dibayarkan kepada developer dan juga mendapatkan bagi hasil atas kenaikan harga rumahnya.

Semua hepi

Lihat artikel lainnya:

Tags



Source link

Begini Langkah-langkah Mengembangkan Proyek Tanpa Bank Tapi Dirimu Juga Tidak Punya Modal – asriman.com

Begini Langkah-langkah Mengembangkan Proyek Tanpa Bank Tapi Dirimu Juga Tidak Punya Modal – asriman.com


Pengembangan proyek tanpa bank amat mungkin dilakukan, bahkan di saat yang sama dirimu juga tidak punya uang untuk modal.

Kondisi ini amat sering saya temui terutama murid workshop developer properti yang saya adakan.

Jadi kondisinya itu amat ekstrim; Uang Tidak Punya, Tanah Tidak Punya, tapi untungnya masih punya semangat untuk maju.

Dengan adanya semangat maka kendala berupa ketidakpunyaan modal bisa diatasi.

Tetapi akan sulit kondisinya jika modal tidak punya semangat juga tidak punya.

Ini sering terjadi, sayangnya mayoritas seperti ini. Ketika ikut workshop semangat sekali, semangatnya masih tetap menyala di minggu pertama, dan mulai meredup di minggu kedua dan hilang di minggu-mingu selanjutnya.

Nah, jika kondisimu ekstrim sekali seperti di atas, jangan berkecil hati. Banyak kok yang seperti dirimu sudah sukses menjadi pengembang properti. Ini langkah-langkah yang musti dirimu lakukan:

Langkah Pertama, Cari Tanahnya dan Negosiasilah!

Ini langkah wajib, karena setiap proyek properti bahan bakunya adalah tanah. Tanpa tanah tidak akan ada proyek properti.

Jadi wajib hukumnya setiap orang yang ingin menjadi pengembang properti mencari tanah terlebih dahulu.

Akan lebih mudah tentu saja jika dirimu sudah punya tanah, atau sudah ada tanah milik seseorang yang bersedia diserahkan kepadamu.

Ya, Anda beruntung banget kalau begitu. Blessed banged deh 🙂

Saat ini media untuk mencari tanah sangat banyak tersedia, tinggal dirimu mau atau nggak.

Media yang paling bagus untuk mencari tanah itu adalah di internet. Ada banyak marketplace properti tersedia saat ini.

Jika ngga paham, buka saja Google lalu ketik ‘tanah dijual di lokasi yang diinginkan’.

Maka akan muncul banyak sekali website yang me-listing tanah dijual di lokasi tersebut. Tinggal telpon saja satu persatu penjualnya. Lalu negosiasi.

Perhatikan potensi, kondisi legal dan fisik tanah

Sebelum negosiasi dirimu harus sudah tahu betul segala sesuatu tentang tanahnya; potensinya, kondisi legal dan fisiknya.

Potensi berhubungan dengan captive market yang bisa diambil. Ini langkah yang paling krusial dalam pengembangan sebuah proyek, apakah ada market yang tersedia di lokasi tersebut.

Supaya mudah, langkah yang harus dilakukan adalah dengan melihat proyek properti yang sudah ada di sekitar lokasi tersebut.

Jika penjualan bagus maka masih ada peluang untuk ikut mengembangkan proyek di lokasi tersebut.

Jika ada proyek yang penjualannya tidak bagus maka ada resiko gagal jual jika mengembangkan proyek juga di sekitar lokasi tersebut.

Kondisi legal berhubungan dengan sertifikasi. Jika tanah sudah sertifikat maka langkah untuk mengurus legalitas lebih mudah jika dibandingkan dengan tanah yang belum bersertifikat.

Selain lebih mudah tentu biayanya juga lebih murah dan waktu lebih cepat.

Sedangkan kondisi fisik berhubungan dengan pekerjaan fisik nantinya yang musti dikerjakan. Misalnya apakah fisiknya perlu pekerjaan berat, seperti pengurukan, cut and fill atau sekedar pembersihan lokasi saja.

Kondisi fisik ini berhubungan dengan cost yang musti dipersiapkan ketika akan memulai proyek.

Yang paling bagus tentu lahan yang sudah datar, tanah keras dan tidak berada di bawah level banjir setempat.

Jika Deal dengan Pemilik Lahan, lanjutkan dengan MoU, PPJB dan Surat Kuasa

Setelah melakukan survey dan analisa, lalu negosiasi. Dan dirimu beruntung sekali.

Pemilik lahan setuju dengan penawaran yang dirimu ajukan. Itu mantap jiwa!

MoU

Ketika pemilik lahan menyatakan setuju terhadap penawaran yang kita ajukan maka segera bikin memorandum of understanding (MoU) atau perjanjian awal.

Dalam MoU tersebut cukup cantumkan hal-hal penting saja. Seperti harga tanah disepakati berapa, kapan dan bagaimana cara bayarnya.

PPJB

Jika pembayaran secara bertahap disetujui maka MoU musti ditindaklanjutin dengan pembuatan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB).

Nah dalam PPJB inilah dicantumkan hal-hal penting lainnya yang harus disepakati.

PPJB yang paling bagus adalah PPJB dalam bentuk akta notaris sehingga mengikat untuk kedua belah pihak.

PPJB ini adalah perikatan otentik, sudah semacam kontrak bisnis sehingga sudah mencantumkan hak dan kewajiban, dan sanksi-sanksi jika para pihak lalai atau wanprestasi terhadap kewajibannya seperti yang tertera dalam kontrak.

Selain PPJB sebaiknya juga dibuat surat kuasa. Mulai dari surat kuasa mengurus perijinan, mengurus sertifikat tanah dan surat kuasa menjual.

Surat kuasa ini dibutuhkan jika sertifikat dan perijinan diurus masih atas nama pemilik lama.

Tetapi jika sertifikat diurus atas nama developer, dan perijinan juga atas nama developer maka tidak perlu ada surat kuasa.

Ya, memang banyak sekali kondisi jika dan maka, jika begini langkahnya harus begini, jika begitu langkahnya musti begitu.

Jadi keperluan legalitas ini sangat tergantung deal dengan pemilik lahan seperti apa.

Materi inilah yang dibahas di workshop dua hari Cara Benar Memulai Bisnis Developer Properti Bagi Pemula.

Lihat di sini materi dan jadwal workshop developer properti bagi pemula

Segera Buat Desain Proyek

Setelah deal dengan pemilik lahan, maka selanjutnya yang musti dirimu lakukan adalah buat desain proyek lengkap dengan marketing tools sehingga bisa cepat dipasarkan.

Marketing tools berupa brosur, flyer, banner sudah cukup.

Sebelum membuat marketing tools ada baiknya dirimu mengukur lokasi sehingga mendapatkan ukuran yang sebenarnya sehingga bisa langsung dibuat perencanaan siteplan.

Dengan adanya siteplan, proyek kelihatan sudah siap untuk dipasarkan dan dibangun.

Pasarkan dan Terjual!

Setelah ada desain dan marketing tools maka proyek bisa dipasarkan.

Pemasaran bisa dilakukan dengan cara apapun sehingga proyek mudah terjual.

Bisa dengan membuat umbul-umbul di lokasi, banner atau baliho di lokasi yang banyak dilalui orang dan materi pemasaran lainnya.

Carilah konsumen yang bersedia membayar cash atau tunai bertahap karena kita ingin pengembangan proyek ini tanpa melibatkan bank, termasuk dalam hal penjualan kita tidak ingin ada bank terlibat sehingga kita tidak meggunakan KPR dalam penjualan. Jikapun KPR, cicilan konsumen langsung ke developer.

Mengurus Sertifikasi Lahan, Pemecahan Sertifikat dan Perijinan

Jika sudah berhasil menjual beberapa unit maka uangnya bisa dipakai untuk mengurus sertifikasi lahan, perijinan dan pemecahan dan keperluan lainnya.

Termasuk untuk mengerjakan persiapan lahan dan membangun infrastruktur proyek.

Deal dengan Kontraktor dan Membangun Unit

Sambil jalan dengan mengurus legalitas bisa dilakukan paralel dengan membangun unit dengan menggunakan kontraktor.

Kenapa harus kontraktor? Karena kita ingin mereduksi cost di sini sehingga kita harus mencari kontraktor yang bersedia membangun dengan cara turn key.

Yaitu pembayaran dilakukan setelah pekerjaan selesai.

Membayar Cicilan Tanah

Selain mengerjakan pembangunan fisik, cicilan tanah juga musti dibayarkan apabila sudah jatuh tempo.

Membayar cicilan tanah perlu jika deal dengan pemilik lahan adalah dengan cara pembayaran tanah secara bertahap.

Jadi pembayaran cicilan tanah diharapkan dari penjualan proyek sehingga tidak perlu investor dari luar.

Inilah langkah-langkah yang musti dirimu lakukan jika dirimu ingin menjadi developer properti tapi tidak punya uang. Juga tidak mau terlibat dengan bank.

Semoga sukses ya…

Lihat artikel lainnya:

Tags



Source link

Perumahan Syariah di Bekasi

Perumahan Syariah di Bekasi

Perumahan Syariah di Bekasi

Bekasi adalah kota penyangga Ibukota Jakarta yang mengalami perkembangan sangat cepat. Dengan banyaknya pabrik dan kawasan industri di daerah Bekasi menciptakan pemukiman-pemukiman baru.

Tak ketinggalan perumahan atau hunian berkonsep syariah pun mulai marak di Bekasi mulai dari tahun 2014. Puncaknya di thaun 2017-2018 yang merupkan booming dari perumahan berkonsep syariah dalam transaksi jula belinya.

Berikut ini beberapa perumahan syariah di Bekasi yang mungkin cocok dengan Anda yang sedang mencari hunian syariah di area Bekasi :

1. Arnaya Village

Sebenarnya lokasi Arnaya Village ini secara administrasi masuk ke desa Bojong Kulur, kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Tetapi secara geografi lebih dekat ke kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Letaknya yang ‘terjepit’ kecamatan Jatiasih seperti semenanjung yang menjorok ke lautan. Sehingga sering kita dengar ungkapan bahwa Bojong Kulur itu wilayah Bogor rasa Bekasi.

rumah syariah bekasi
Arnaya Village

Terlepas dari istilah Bogor rasa Bekasi, lokasi Arnaya Village sangat strategis, dapat diakses mobil dari dua jalan raya. Yaitu jalan raya Bojong Kulur melalui jalan swadaya dan dari jalan raya Parpostel Jatiasih seberang SPBU Parpostel.

Sekitar Arnaya Village sudah banyak perumahan dan pemukiman, tapi udaranya masih cukup segar dan hijau karena masih banyak pohon dan lahan terbuka hijau.

Tak jauh dari Arnaya Village ada Ma’had Tahfizh Al Qur’an Abdullah Ibnu Mas’ud. Tempat yang tepat bagi putra-putri Anda untuk menjadi seorang Hafizh Qur’an, dengan ruang asrama dan ruang belajar yang nyaman. Pengajar yang berkompeten. Berada dalam lingkungan area Masjid Al Faidhi. Dan tentunya lokasinya yang hanya 100m dari Arnaya Village.

perumahan syariah bekasi

Akses Strategis

Akses ke pintu Tol Jatiasih sekitar 4km, dan dekat dengan berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial. Fasilitas pendidikan di sekitar yaitu SD Negeri 01, sekolah Dar El Salam Islamic School, Al Fajar Islamic School, Labschool Kaizen Islamic School.

Fasilitas kesehatan terdekat ada RS Kartika Husada dan RS Karya Medika. Pusat perbelanjaan terdekat yaitu Mal Kota Cinema, dan pasar tradisional serta banyak bertebaran ruko pusta komersial dan bisnis. Tak jauh juga ke Waterpark Villa Nusa Indah sebagai saran hiburan dan liburan bareng keluarga.

Desain Rumah Modern

Arnaya Village hadir dengan rumah type 50/72, satu lantai dengan total 18 unit. Tersisa 5 unit lagi dengan salah unitnya siap huni alaias ready stock. Dipatok di harga 600 juta an saja, bebas memilih skema pembayaran. Apakah mau cash keras yang tentunya akan mendapatkan diskon spesial yang menarik. Atau cash bertahap atau bahkan KPR, baik KPR ke developer langsung maupun KPR ke Bank Syariah.

rumah syariah di bekasi

Dengan desain modern kekinian, dan bisa custom bagian dalam. Sertifikat sudah pecah per kavling tentunya sebuah keuntungan bagi Anda, tak perlu khawatir dengan legalitas tanah dan rumah.

Karena tinggal 5 unit lagi, segera hubungi agen pemasaran kami di nomor WA 085900022019. Dapatkan penawaran spesial bagi Anda yang siap membeli dengan skema cash keras.

2. D’ Latifa Residence Wira Greenhill

Hunian Syariah di Bekasi berikutnya adalah D’Latifa Residence Wira Greenhill yang berlokasi di kelurahan Jatiluhur, kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Dapak diakses baik dari jalan raya Wibawa Mukti 2 melalui jl. H. Dehir maupun dari jalan raya Parpostel melalui jl H. Abih.

perumahan syariah di bekasi
D Latifa Greenhill Residence

Lokasi Strategis

Lokasinya di dalam komplek Wira Greenhill, hanya 3 unit dengan luas tanah 90m. Row jalan komplek 6 meter leluasa untuk dua mobil berpapasan. Sertifikat SHM sudah pecah per kavling dan IMB sudah ada. Terdapat pos Satpam, mushola dan taman bermain, dengan tingkat hunian yang sudah terisi 60%. Bebas banjir tentunya karena tanah berada di dataran yang tinggi dari sungai.

Akses strategis ke pintu tol Jatiasih yang berjarak hanya 4,5km. Masuk jl H. Abih dari jalan raya Parpostel Jatiasih hanya 750m. Dekat Kota Cinema Mall yang berjarak hanya 750 meter, sebagai pusat hiburan dan kuliner atau foodcourt di Jatiasih, Kota Bekasi.

rumah syariah bekasi

Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan

Beberapa fasilitas pendidikan atau sekolah yang tak jauh dari lokasi mulai dari tingkat PAUD hingga sekolah tingkat atas. Diantaranya PAUD Suka Asih, TK Sapta Pesona, SDN 1 dan 2 Jatiluhur, SD SMP dan SMA Ar Ridwan, Kutab Al Fatih Bekasi, SMPN 39 Bekasi, SMK Karya Mandiri, SMAN 16 Bekasi.

Layanan kesehatan di sekitar perumahan D’Latifa Residence diantaranya, Puskesmas Jatiluhur, Klinik Puri Nusapala, RS Mika Jatiasih, RS Kartika Husada.

rumah murah 2 lantai di bekasi
Rumah Murah 2 Lantai

Luas bangunan 60 meter (2 lantai) di atas lahan seluas 90 meter. Dengan 3 kamar tidur ( 2 kamar di atas dan 1 kamar di bawah) dan 2 kamar mandi serta carport. Desain bagian dlaam bisa custom sesuai kebutuhan Anda.

Segera hubungi agen pemasaran terbaik kami di nomor WA 085900022019. Ada diskon spesial bagi anda yang siap cash keras.

Itulah dua perumahan syariah di Bekasi yang kami rekomendasikan untuk menjadi pilihan bagi Anda yang sedang mencari rumah syariah di Bekasi.